Meriahkan TARHIB RAMADHAN Sabtu 21 Juni 2014, Ba'da Ashar : Karnaval anak-anak, Ba'da Isya : Pengajian Akbar Menyambut Ramadhan, Tempat : Masjid Al Ikhlas Vila Dago Tol, Tangerang Selatan...|| Jadwal Lengkap Acara dan Kegiatan Ramadhan 1435 H Masjid Al Ikhlas VDT telah tercantum dalam web ini...

Categorized | Kegiatan

Penutupan Pengajian RT 06/19

Posted on 27 July 2011 by Herman

Puasa adalah entry point atau pintu masuk, umat beriman untuk lebih banyak menyediakan waktunya bermunajat kepada Allah SWT. Itulah nti dari tablig akbar penutupan pengajian yang digelar Warga RT 06 RW 19, Vila Dago Tol Ahad 24 Juli 2011.

Dalam gawe besar itu, selain seluruh warga RT 06, turut hadir perwakilan ketua majelis taklim dari RT-RT yang lain di lingkungan Vila Dago Tol. Acara-acara yang bersifat keagamaan, memang sudah rutin dilakukan, terutama acara dilingkup kecil, sepert di rumah warga atau di pos-pos keamanan RT dan biasanya ustadz yang dihadirkan, cukup dari lingkungan sendiri. Namun kali ini, sesuai momennya, yakni penutupan pengajian menjelang Ramadhan, warga RT 06 menggelar acara sekaliber tabligh akbar dengan menghadirkan ustadz atau pencemarah yang juga agak unik, dia bergelar ustadz Jenggot Naga.

Acara dimulai pukul 19.30 WIB. Diawali pembacaan ayat suci al-Quran, lantunan Asmaul husna dan dilanjutkan dengan tembang-tembang marawis. Tepat pukul 21.00 WIB, ustadz Jenggot Naga yang nama aslinya KH. Dr Moh Syarif Munjih, hadir dengan diiringi personil marawis yang melantunkan lagu-lagu salawatan, ditingkahi hujan rintik-rintik yang turun bersamaan dengan datangnya sang Jenggot Naga.

Sesuai julukannya, sosok sang ustadz memang berjenggot panjang, tapi jelas tidak seperti naga. Berkulit gelap, dengan gamis berwarna putih, membuat penampilan sang ustadz terlihat kontras.

Tema penutupan pengajian ini adalah Puasa membentuk Lingkungan yang Harmonis, namun tausiah yang dibawakan sang Jenggot Naga selama lebih dari dua jam, sama sekali tidak menyentuh tema itu. Tapi, karena cara membawakan ceramahnya cukup rileks dengan bumbu-bumbu lawakan yang segar, jamaah dibuat kerasan mendengarkan ceramahnya. Meskipun pada saat itu, mulai turun hujan yang cukup deras.

Dalam tausiahnya yang tidak fokus pada satu tema, Jenggot naga banyak mengupas makna dan berkahnya menjawab salam.”Mengucapkan salam itu sunah, tapi menjawabnya hukumnya wajib dan fadilahnya sangat besar,”ujar sang ustadz dengan khasnya yang melengking. Pada kesempatan itu, sang ustadz juga mencoba meluruskan salah kaprah yang dilakukan umat Islam dalam menjawab salam.”Selama ini, orang menjawab salam, wa alaikum salam. Itu salah – mim pada alaikumitu bhukan sukun tapi dommah. Jadi yang benar adalah wa alaikumussalam, terangnya.

Yang menarik dari sosok Jenggot Naga, bukan terletak pada jenggotnya. Tapi sikapnya dalam memandang persolana khilafiyah atau perselisihan paham.”Saya terus terang tidak suka, kalau kita bcara soal-soal kebaikan selalu dibenturkan ke masalah khilafiyah. Dikit-dikit nanya, dalilnya apa? Sumbernya dari mana? Secara logis saja, kalau ada suatu amalan yang baik dan itu bukan ibadah makhdo, ayo kita laksanakn. Soal dalil, itu soal nanti –ada tempatnya,” kata sang Jenggot naga dengan logat Betawinya yang kental.

Diakhir acara, seluruh jamaah,diminta duduk melingkar, dengan seluruh penerangan dipadamkan. Dalam keadaan gelap gulita, seluruh jamaah dihanyutkan dalam renungan menjelang ramadhan. Sayup-sayup terdengar suara istighfar. Jamaah diajak bermuhasabah atau introspeksi diri. Sudahkan kita bersh dari dosa, menghadapi Ramadhan. Sudahkan kita memohon ampun pada orangtua kita dan maghfiroh dari Allah ? sebagian jamaah tanpa terasa, ikut menitikkan air mata karena haru.

Oleh : H. Nur Fuad – Ketua Panitia Tabligh Akbar RT 06/19

 

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Advertise Here
Advertise Here